Distribusi Elpiji 3 Kg Dipertanyakan, Warga Tanjung Kemuning Tuding Ada Praktik Nakal
KAUR, – Awan mendung kecemasan menggelayuti ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur. Menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, keberadaan gas Elpiji melon ukuran 3 kilogram mendadak "gaib" di pasaran, Rabu (18/03/2026).
Kelangkaan ini memicu kesulitan luar biasa bagi warga. Pasalnya, gas subsidi tersebut merupakan jantung dapur masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan sahur dan buka puasa yang tinggal menghitung hari.
Pantauan di lapangan, sejumlah pangkalan resmi di wilayah Tanjung Kemjning mayoritas memasang papan pengumuman "Stok Habis". Warga yang mencoba mencari ke pengecer pun harus gigit jari, atau jika beruntung menemukannya, mereka harus merogoh kocek lebih dalam karena harga disinyalir telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Saya sudah bolak-balik mencari sejak kemarin, tapi tetap tidak dapat. Kondisi ini sudah terjadi beberapa minggu terakhir. Ini kebutuhan esensial, mengapa pemerintah daerah seolah lambat menangani?" keluh salah satu ibu rumah tangga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir.
Senada dengan itu, warga lainnya mempertanyakan pola distribusi dari Pertamina Patra Niaga. Ia mencurigai adanya celah dalam rantai pasokan yang membuat distribusi ke tingkat bawah tidak merata.
"Kami minta aparat kepolisian dan Satgas Pangan segera turun tangan. Apakah ada penimbunan atau praktik nakal lainnya? Jangan sampai rakyat kecil yang dikorbankan demi keuntungan oknum," cetusnya dengan nada kecewa.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Tradisi memasak hidangan khas Lebaran yang menjadi rutinitas tahunan kini terancam terganggu. Masyarakat mendesak Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Kaur bersama pihak terkait untuk tidak sekadar melempar pernyataan di media, melainkan melakukan tindakan nyata di lapangan.
"Kami ingin fokus ibadah, bukan habis energi hanya untuk berburu gas. Kami butuh verifikasi lapangan, cek alokasi distribusi, dan tindak tegas pangkalan atau pengecer yang 'bermain' harga di atas HET," tegas perwakilan kelompok masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap ada penambahan pasokan (ekstra dropping) khusus untuk wilayah Kecamatan Tanjung Kemuning guna menstabilkan kondisi pasar sebelum memasuki puncak kebutuhan di bulan Ramadan. (Okawa)
Post a Comment